Jumat, 02 Agustus 2013

Meremas Payudara Sebelum Ijab Adalah Sah

Lupakan BBM yang naik saudaraku. Ayo mari kita bersenang dan bercanda, He. Benar seperti kata orang ganteng itu, tidak ada sesuatu yang kebetulan didunia ini. Kodratnya sudah seperti itu. Mau diapain lagi? Berdasarkan hasil penelitian menururt Larry Young dalam bukunya The Chemistry Between Us: Love, Sex, and the Science of Attraction. 


Bahwa memegang (apalagi meremas?) payudara wanita bisa memicu otak memproduksi hormon oksitosin sehingga menimbulkan rasa tenang bagi pria. Bukankah rasa tenang sangat diandalkan ketika kita hendak Ijab? Dalam teori probabilitas dan statistika, Ini disebut koefisien korelasi sedangkan dalam film Warkop DKI akan berjudul Maju Kena Mundur Kena.

Pikirkan sejenak bukankah tujuan utama kita menikah adalah untuk mencari ketenangan? Silahkan di baca Ar-rum: 21 atau Al A’raf: 189. Buat saya ini sama saja seperti saat kita mengakhiri makan minum setelah waktu imsyak telah lewat 3 menit atau berwudhu menggunakan pasir dan debu.

Lalu kembali pada awal, yakni; Apakah meremas payudara sebelum ijab adalah sah? Jelas sangat sah! Yang tidak sah dalam perkara Ijab adalah jika lelakinya (peng-ijab) adalah lelaki yang belum baliqh, Jika pengantin lelaki terlalu lama dalam menjawab wali, Jika tidak ada muafakat dalam pengucapan wali terhadap pengantin lelaki, Jika tidak muafakat dalam penyebutan wali pada jumlah maskawin, Hendaklah jangan dijanji talak nanti setelah disetubuhi dan Hendaklah antara keduanya faham akan bahasa yang diucapkan!!

Apa sik bedanya nanti atau sebelum? Toh, nantinya dinda adalah milik kita juga. He, he. Ah ini buat saya seperti meng-qodho sholat ketika akan berpergian. Dilihat dari fungsinya yang menenangkan, saya teringat “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (A-Baqoroh: 219) - - - Kita balik saja menjadi lebih banyak manfaat dari pada mudaratnya. He.

Lalu pertanyaan tegas terakhir, Apakah berdosa bila perkara ini berlaku pada kita? Haduh mohon maaf saya tidak bisa menjawabnya. Masalah dosa adalah mutlak kuasa Tuhan. Saya bukan Tuhan! Demi Tuhan hanya Tuhan yang tahu!

Untuk mengakhiri tulisan ini, Izinkan saya mengurai; Segala kebutuhan hidup manusia kelihatannya direncanakan dengan seksama dan diciptakan dengan cara yang paling sesuai. Matahari di angkasa menyediakan energi yang dibutuhkan. Persedian air yang tersimpan didalam tanah, dan suatu dunia yang di mana-mana dilengkapi dengan jutaan species tumbuhan dan binatang. Walaupun sudah ada fenomena peristiwa-peristiwa hebat seperti ini tetapi masih banyak saja manusia yang menyangkal kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.

Wallahu bissawab

1 komentar:

Celana Dalam mengatakan... ( Reply)

JIKA HALAMAN BLOGSPOT 'KAMI' TIDAK
BISA ANDA OPEN, SILAHKAN ANDA BYPASS VIA :

https://www.google.co.id/search?q=web+blog&ie=utf-8&oe=utf-8&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&channel=np&source=hp&gws_rd=cr&ei=HFLqU4HMB5Hs8AWf6YGYBA#channel=np&q=unblock&rls=org.mozilla:en-US:official&spell=1

Contoh :
http://unblocksit.es/

TERIMAKASIH
http://terselubungcelanadalam.blogspot.com/
10 Agustus 2014

Poskan Komentar