Jumat, 02 Agustus 2013

Ketika Aku Menjadi Kancut

Setelah itu, akhirnya aku menjelma menjadi kancut. Asyoiii! Terimakasih Tuhan! Akhirnya permintaanku terkabul. Aku selalu membayangkan jika nanti aku punya tuan yang porno, suka menindih tindih cewek, pasti aku akan dekat dengan khayalku. Mencium Vagina! Yeahh…


Eh, benar-benar kejadian. Esoknya,
Saat berhadapan, kupanggil dia…


“Maya, buka dong pintunya.”
Sambil perangas-peringis, lalu dia bertanya, “Selebar apa, Mas?”
“Selebar jidat Jokowi saja, jangan terlalu menganga say.”
“Emang Kang Mas suka yang sempit yak?”
“Ho oh, yak dong!, kan lebih legit kalau menjepit.”
“Ih… Kang Mas genittttt….”
Lalu aku tanyakan lagi, “Udah dibuka belum?”
“Hiii, udah dibukaaaa dari tadi, capek nungguin, kirain Kang Mas mau kasih permen.”
“Permen apa yang kamu suka?”
“Ah, Kang Mas kayak ‘gak tauu aja.”
“Apa sik, weealahh, kan kita baru ketemu.”
“Lolipop tau! Sebel!”

Sompret, ruisleting menghalang ke depan!. ‘Gak kelihatan wajah Maya yang katanya sudah buka-bukaan. Kuputar kebelakang. Wah koq bau. Bukan bau maya, tapi……. bau Tai! Bangsat! ternyata brutu yang ada dihadapanku. Sialannn!
“Kamu bencong, yak??!”
“Hik hik hik.”
Brengsek!

0 komentar:

Posting Komentar