Jumat, 02 Agustus 2013

Bulu Kemaluan Bukti Kekuasaan Tuhan



Setiap kecenderungan alamiah dipuaskan dengan cara yang sesuai dalam tatanan penciptaan, keinginan ingin mengetahui, keinginan akan kehidupan yang kekal di dunia yang tidak kekal ini sebaliknya merupakan keinginan yang tidak alami dan tidak akan terpuaskan. Sebagaimana manusia tidak mungkin untuk memadamkan sifat batinnya dan melupakan sama sekali kecenderungan hatinya kepada sumber kehidupan sehingga pikiran secara insting berbelok dari menghadap masa dimana ia akan dihadapkan dengan sesuatu yang janggal.
Orang-orang besar dan para pemikir jempolan selalu mengutuk kehidupan dunia ini, pahami tulisan gueh ini ; Kehidupan yang didalamnya hanya ada kesenangan dan penderitaan tidak, kebaha-giaan dan kesedihan bercampur menjadi satu. Kita tidak menemukan seorang pun dari para nabi, orang-orang suci dan tokoh-tokoh agama yang paten yang menganggap dunia sebagai tempat yang sesuai atau ideal untuk dihuni oleh manusia. Tapi aneh…

Kenapa pasangannya koq kekal dianggap sesuai dan ideal?
Pasangan hidup manusia yang paling jodoh adalah manusia juga, bukan mahluk tuhan yang lain binatang apalagi tumbuhan. Pasangan dari seorang cowok adalah istri dan sebaliknya suami bagi seorang perempuan. Sebegitu idealnya sehingga tarafnya menjadi sempurna.

Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya (QS. At-Tin.: 4) atau yang lebih mewah lagi Al Isro 70. Mengapa Tuhan menciptakan bulu kemaluan? Apa fungsinya? Untuk apa?

Para sufi, Kiayi atau setingkat Pak RT yang multifungsi-multitalent mengemban sebagai Ustad juga tidak akan pernah protes kenapa dirinya bahkan pasangannya, kemaluannya ditumbuhi oleh bulu. Mereka yang suci boleh saja menganggap hidup ini semu. Tapi faktanya mereka tetap saja bahagia akan keberadaan bulu kemaluan tersebut. 

Sedangkan saya sendiri. Suer! Gueh juga gak tau apa fungsi dari bulu kemaluan tersebut. Banyak sudah waktu yang saya buang hanya untuk mencari kesana – kesini. Menurut sains, tehnologi muktahir serta Ilmu kiamia, Biologi atau pun Ilmu kedokteran gombal semua! Sungguh saya tidak puas! Sungguh saya tidak bisa mengurai.

Ada pertanyaan yang lebih gila lagi yang jawabannya kurang lebih saya nyatakan sama dengan apa yang hendak kita ketahui dari tulisan ini. Kenapa Allah membebani kaum mukminin dengan banyak ibadah, dengan berbagai macam cobaan, sementara para pelaku maksiat bersenang-senang saja dengan segala kenikmatan hidup?

Pertanyaan ini dilontarkan atas dua alasan:
Pertama: Sebagai gugatan.
Kedua: Untuk mencari bimbingan.

Kalau pertanyaan tersebut dilontarkan dalam rangka menggugat, silahkan dijilat tulisan saya ini. Karena hikmah dari tulisan ini terlalu agung untuk dapat dicapai oleh akal manusia. “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh, Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Raab-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan secuil”.

0 komentar:

Poskan Komentar