Quantcast

Rabu, 02 Mei 2012

Menikahlah untuk Menentramkan Jiwa


Anda gelisah ? Ada sebuah rasa seolah kosong tanpa garis. Tidak bergairah. Hambar dan flat ? ‘Ah.. seperti ada yang kurang.. gemanaa getoh…!?’. Tidak sampai disini saja, berlanjut sampai dimana merasakan masa  seperti manusia tiada arti. Benar-benar tidak asik, galau ini terlalu indah untuk pergi ?


Kenikmatan makan dan minum pun menjadi biasa saja, meskipun nasinya cap beras Rojo Lele dan minumannya es cendol campur susu. Kantong tebal tidak ‘ngaruh. Makan obat pusing pun tetap saja pusing. Ini dia. Jika malam menjelang tidur pikiran melayang sampai membentur atap langit kamar, tangan gerayang ke sana-sini yang kepegang cuman bantal guling?

Hadeh hadeh…. Jodoh…. Dimana kamu ?????

Selamat gan! Jika rasa seperti yang gueh urai diatas telah tiba kepada kalian. He ‘ntu tandanya pergolakan jiwa yang telah menolak hidup dalam kesendirian. He' Gini gan. Kehidupan di atas bumi ini bila kosong dari kesenangan akan menjadi gersang-kerontang. Ketahuilah, selain untuk beribadah sejatinya manusia memang diciptakan untuk bersenang-senang. He he.

Jelas sekali Anda tidak akan merasakan kesenangan atau kebahagiaan ketika Anda merasakan rasa seperti pada ilustrasi rasa di awal tulisan ini. Ehm, lalu gimana dong biar gueh jadi bahagia dan bebas dari rasa yang kejam itu !?. Ada dua jawaban yang stratanya menurut gueh wajib berurutan. Yakni;

1.       Bersyukur. 

Terima rasa yang gueh urai di atas itu apa adanya. Syukuri dulu point yang pertama ini. Percaya atau tidak jika Anda merasa peka, ilustrasi rasa yang gueh urai di awal tulisan ini meski tidak semuanya berlaku persis pada setiap orang tapi pastinya sayup-sayup akan Anda rasakan. Anda tidak bisa mengelak dari rasa itu.  Buktikan tulisan saya ini adalah benar! Dan silahkan Anda rasa-rasakan.

He he. Tenang aja bro, Ini manusiawi. Makanya tadi gueh memberikan ucapan ‘selamat’ kepada kalian karena sesungguhnya ini adalah berkah dan merupakan awal dari sebuah kebahagian (kesenangan).

Karena rasa ini berlaku pada diri setiap insan, maka dari itu jawaban yang pertama adalah bersyukur. Syukuri rasa ini. Hadapi dengan jujur, tabah dan cerdas. Renungkan di balik hikmah ini semua. Ini penting gan!. Rasa syukur ini akan meng-kounter jika ada masalah yang muncul ketika Anda akan menuju ke tingkat selanjutnya. He he, ini-lah salah satu sebab mengapa gueh menomer satukan ‘bersyukur’.

2.       Menikah

Dalam hal ini walau ‘bersyukur’ cukup sakti sehingga menempatkan dirinya di urutan nomer satu. Namun tetap saja ‘menikah’ adalah pamungkasnya.

He he, Ketahuilah sob…. Pernikahan merupakan fitrah manusia. Secara psikologis manusia di golongkan sebagai mahluk sosial yang artinya membutuhkan orang lain untuk berbagi dan ini yang terpenting! He secara biologis manusia membutuhkan penyaluran nafsu syahwatnya. Hi kini jelas sudah bro. Untuk men-selaraskan fitrah manusia ini, jawaban-nya adalah menikah!

Hidup ini ‘gak cuman begini-gini aja gan. Ada sebuah tujuan dalam kehidupan ini (dalam ilmu Matematika di sebut rumus). Hidup ini akan menjadi lebih berarti ketika Anda melewatinya dengan pasangan halal Anda. Coba bayangkan bila Anda terbangun dari tidur sudah ada istri Anda yang tengah bugil cantik sedang mempersiapkan hidangan istimewa Anda untuk sarapan di pagi hari yang penuh kicau burung, sembari menggeal-geolkan pantatnya yang aduhai ? Hmm… gueh berani bertaruh, pastinya burung Anda-lah yang paling hebat kicaunya di bandingkan burung itu. 

Coba deh sista bayangkan, ketika Anda merasa kesepian dan gatal-gatal di atas ranjang, dimana hujan turun dengan derasnya mengalirkan air dinginnya keman-mana hingga hati Anda. Bersamaan dengan berkecamuknya isi otak karena tadi siang mendapatkan kabar berita bahwa orang tua Anda sedang sakit keras di kampung ?? 

Hmm… kepada siapa sista mengadu? 

He he jangan cuman di hayalin aja gan! Buktikan peryataan gueh ini. Nanti setelah Anda menikah. Anda akan merasakan bahwa dunia ini akan menjadi lengkap, hati tentram dan jiwa terasa mantap. Semantap beras Rojo Lele dan es cendol campur susu!.

‘Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.’ (Ar-Rum: 21).

TAMAT
Sekiranya -  Jika di lain waktu masih ada kesempatan, gueh akan mencoba mengurai lebih banyak lagi tentang pernikahan. Sampai jumpa….

0 komentar:

Posting Komentar