Anda gelisah ? Ada sebuah rasa seolah kosong tanpa garis.
Tidak bergairah. Hambar dan flat ? ‘Ah.. seperti ada yang kurang.. gemanaa getoh…!?’. Tidak sampai disini
saja, berlanjut sampai dimana merasakan masa
seperti manusia tiada arti. Benar-benar tidak asik, galau ini terlalu
indah untuk pergi ?
Kenikmatan makan dan minum pun menjadi biasa saja, meskipun
nasinya cap beras Rojo Lele dan minumannya es cendol campur susu. Kantong tebal
tidak ‘ngaruh. Makan obat pusing pun tetap saja pusing. Ini dia. Jika malam
menjelang tidur pikiran melayang sampai membentur atap langit kamar, tangan
gerayang ke sana-sini yang kepegang cuman bantal guling?
Hadeh hadeh…. Jodoh…. Dimana kamu ?????
Selamat gan! Jika rasa seperti yang gueh urai diatas telah
tiba kepada kalian. He ‘ntu tandanya pergolakan jiwa yang telah menolak hidup dalam kesendirian. He' Gini gan. Kehidupan di
atas bumi ini bila kosong dari kesenangan akan menjadi gersang-kerontang. Ketahuilah, selain untuk
beribadah sejatinya manusia memang diciptakan untuk bersenang-senang. He he.
Jelas sekali Anda tidak akan merasakan kesenangan atau
kebahagiaan ketika Anda merasakan rasa seperti pada ilustrasi rasa di awal
tulisan ini. Ehm, lalu gimana dong biar gueh jadi bahagia dan bebas dari rasa
yang kejam itu !?. Ada dua jawaban yang stratanya menurut gueh wajib berurutan.
Yakni;
1.
Bersyukur.
Terima rasa yang gueh urai di atas itu apa adanya. Syukuri
dulu point yang pertama ini. Percaya atau tidak jika Anda merasa peka,
ilustrasi rasa yang gueh urai di awal tulisan ini meski tidak semuanya berlaku persis
pada setiap orang tapi pastinya sayup-sayup akan Anda rasakan. Anda tidak bisa mengelak
dari rasa itu. Buktikan tulisan saya ini
adalah benar! Dan silahkan Anda rasa-rasakan.
He he. Tenang aja bro, Ini manusiawi. Makanya tadi gueh
memberikan ucapan ‘selamat’ kepada kalian karena sesungguhnya ini adalah berkah
dan merupakan awal dari sebuah kebahagian (kesenangan).
Karena rasa ini berlaku pada diri setiap insan, maka dari
itu jawaban yang pertama adalah bersyukur. Syukuri rasa ini. Hadapi dengan
jujur, tabah dan cerdas. Renungkan di balik hikmah ini semua. Ini penting gan!.
Rasa syukur ini akan meng-kounter jika ada masalah yang muncul ketika Anda akan
menuju ke tingkat selanjutnya. He he, ini-lah salah satu sebab mengapa gueh
menomer satukan ‘bersyukur’.
2.
Menikah
Dalam hal ini walau ‘bersyukur’ cukup sakti sehingga
menempatkan dirinya di urutan nomer satu. Namun tetap saja ‘menikah’ adalah
pamungkasnya.
He he, Ketahuilah sob…. Pernikahan merupakan fitrah manusia.
Secara psikologis manusia di golongkan sebagai mahluk sosial yang artinya
membutuhkan orang lain untuk berbagi dan ini yang terpenting! He secara
biologis manusia membutuhkan penyaluran nafsu syahwatnya. Hi kini jelas sudah
bro. Untuk men-selaraskan fitrah manusia ini, jawaban-nya adalah menikah!
Hidup ini ‘gak cuman begini-gini aja gan. Ada sebuah tujuan
dalam kehidupan ini (dalam ilmu Matematika di sebut rumus). Hidup ini akan menjadi lebih berarti ketika Anda
melewatinya dengan pasangan halal Anda. Coba bayangkan bila Anda terbangun dari
tidur sudah ada istri Anda yang tengah bugil cantik sedang mempersiapkan
hidangan istimewa Anda untuk sarapan di pagi hari yang penuh kicau burung,
sembari menggeal-geolkan pantatnya yang aduhai ? Hmm… gueh berani bertaruh,
pastinya burung Anda-lah yang paling hebat kicaunya di bandingkan burung itu.
Coba deh sista bayangkan, ketika Anda merasa kesepian dan
gatal-gatal di atas ranjang, dimana hujan turun dengan derasnya mengalirkan air
dinginnya keman-mana hingga hati Anda. Bersamaan dengan berkecamuknya isi otak
karena tadi siang mendapatkan kabar berita bahwa orang tua Anda sedang sakit
keras di kampung ??
Hmm… kepada siapa sista mengadu?
He he jangan cuman di hayalin aja gan! Buktikan peryataan
gueh ini. Nanti setelah Anda menikah. Anda akan merasakan bahwa dunia ini akan
menjadi lengkap, hati tentram dan jiwa terasa mantap. Semantap beras Rojo Lele
dan es cendol campur susu!.
‘Dan di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya
di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.’ (Ar-Rum: 21).
TAMAT
Sekiranya - Jika di
lain waktu masih ada kesempatan, gueh akan mencoba mengurai lebih banyak lagi
tentang pernikahan. Sampai jumpa….
RSS Feed
Twitter










0 komentar:
Poskan Komentar