Jumat, 11 Mei 2012

Lipstik, Dosa dan Do'a

Kencan pertama di kamar motel setengah mahal terbayar lunas oleh Jaenap dung-dung. Bagimana tidak? Malam setengah bugil Jaenap tanpa kerudung telah mendaki puncak kenikmatan bersama si Boss. Si Boss kali ini bertubuh tambun lagi beruang. Menu Jaenap saban hari memang berbeda, kini untuk si tambun, mungkin esok untuk si kate.


Adzan shubuh berkumandang dahsyat. Memecah keheningan di hampir pagi ini. Jaenap mengendap dan perlahan mengetuk pintu rumah. Tok tok tok.... 'Yah.... Assalam mualaikum... yah... Ayah.. aku pulang".

Tak ada jawaban. Setengah agak kesal, akhirnya Jaenap terpaksa harus berepot repot dahulu dengan menaruh tas jinjingnya dan beberapa bungkusan plastik besar kelantai, lalu dengan tangan kanannya dia perlahan membuka pintu rumah dan mulai memasukinya....

Di ruang tamu ala kadarnya, didapatinya suaminya sedang berdiri goyah menghadap kiblat. 12 Menit telah berlalu. Sang suami telah berada pada posisi terakhirnya, setelah mengucapkan salam dan kaki tetap ber-duduk diantara atahiyatul akhir dia mengangkat tinggi tinggi kedua tangannya memohon sebuah permintaan. Entah permintaan apa?.

"Jaenap... kamu sudah pulang...?" Sapa suami. "Yak yah. Jawab Jaenap. Oh iyya yah! ini aku bawain semua kebutuhan kita dan anak-anak kita, lumayan-lah bisa untuk satu dua minggu." Urai Jaenap.

"Oh iyya, jangan lupa terus do'ain aku supaya rizki ini selalu lancar..." lanjut Jaenap.

15 Menit setelah itu, ruangan itu benar-benar menjadi sepi. Persis seperti hari-hari yang lalu. Sama 'pleq' tiada beda. Kabut kelabu seakan terus menggelayut diatas rumah sederhana ini. Dalam bungkusan yang sama sekali tak pernah disentuh suami (hanya bocah-bocah yang menyentuh...) terdapat banyak ragam aneka makanan mulai dari makanan ringan (snack dsb sampai bahan pokok seperti sabun, odol dan lain-lain) hingga G-string renda-renda hitam serta tak ketinggalan lipstik dengan berbagai warna yang menoreh.
  **Anak SMU Nekad! Hot Ngangkang! Pamer Celana Dalam!

0 komentar:

Poskan Komentar