Quantcast

Minggu, 06 Mei 2012

Episode: Menggugat Takdir

Mengapa Tuhan disebut Maha Kuasa? Jawaban yang paling angker adalah karena Tuhan yang menciptakan takdir. Kehebatan dari takdir adalah 'kemanapun kita melangkah, kita akan menemui takdir kita!'. Sungguh...  fenomena ini telah menjembreng daftar panjang kebodohan manusia, yakni mempercayai namun tidak mengetahuinya.


Dengan adanya fakta ini mari kita belajar menggugat takdir. Ketika Tuhan menciptakan manusia, telah dibedakan dengan mahluk lainnya dengan akal dan fikiran. Pertanyaannya, mengapa kita masih bodoh?

Haruskah kita cerdas? Tidak harus! Kita adalah mahluk beriman, sebab kita telah percaya akan takdir.  Ya, itu sudah lebih dari pada cukup. Iman ini akan mengharamkam api neraka untuk menyentuh kulit kita kelak. Sebagai mahluk yang beragama, bukankah jaminan masuk surga adalah yang terpenting??

He' namun gueh belum puas sob....  Ini semua masih bisa kita tentang! kita masih ada harapan untuk menggugat takdir. Jika suratan telah mem-patri bahwa jodoh, maut dan rizqi adalah  ketetapan Ilahi yang tak dapat di rubah, mari kita mempermainkan takdir ini.

Ketahuilah Tuhan memang otoriter, tidak ada satu pun mahluk ciptaan-Nya yang dapat merubah keputusan-Nya. Tuhan berbuat seperti itu karena memang Tuhan harus seperti itu. Harus teguh lagi perkasa dalam pendirian-Nya.

Sedemikian rupa oleh Tuhan kita dibuat tidak berdaya, sebab dengan cara seperti inilah yang akan membuat manusia sadar akan kelemahannya. He' ini adalah takdir! takdir bahwa manusia sama sekali tidak akan mengetahui akan takdir-takdirnya.

Takdir manusia melingkupi ruang dan waktu pada dimensi yang sangat lalu maupun yang akan datang. Artinya sebelum manusia lahir di dunia ini, Tuhan Yang Perkasa telah menetapkan takdir yang pasti terjadi pada diri kita bahkan telah merangcang apik draf-draf takdir yang 50% pasti terjadi di kehidupan kita yang akan datang. Ini luar biasa, se-luar biasa bak pertanyaan, "bagaimana cara Tuhan menetapkan takdir kita di masa yang akan datang? (metode apa?)." Jika Tuhan telah mengetahui takdir kita di masa yang akan datang, artinya ini sama dengan ; bahwa "kita hidup hari ini untuk hari esok"

Sejalan dengan kesadaran bahwa kita mahluk lemah, sebaiknya pertanyaan diatas tidak perlu kita jawab. Biarlah...


.... to be continued

0 komentar:

Posting Komentar