Quantcast

Senin, 14 Mei 2012

Antara Gueh dan Irshad Manji


Tidak ada apa-apa antara gueh dengan Irshad Manji. Namun setelah benak ini terus berfikir, akhirnya gueh menemukan apa-apa tentang Irshad Manji. Walau masih sepintas dan samar, ah.. brengsek! ke-abu-abuan ini semua karena ada-nya sebagian orang di negara ini yang berfikiran kerdil (kata kerdil untuk memperhalus dari kata tolol).

Siapa Irshad Manji ? 
Mengenai profil dirinya sedikit gueh urai, bahwa dia adalah wanita kelahiran Uganda 1968 yang kini berkewarganegaraan Kanada. Menurut Liputan6.com, Ia juga wartawan dan advokat dari interpretasi "reformasi dan progresif" Islam. Wanita ini menjabat sebagai direktur Proyek Keberanian Moral di Sekolah Robert F. Wagner Pascasarjana Pelayanan Publik di Universitas New York, yang bertujuan untuk mengajarkan para pemimpin muda untuk "menantang kebenaran politik, kesesuaian intelektual dan sensor diri."

Dengungnya sik katanya dia kritikus Islam yang sedang 'on fire' atas semua buah pemikirannya yang original. Sampai-sampai harian New York Times menjuluki," mimpi buruk Osama bin Laden". Nah lho? penasaran khan??

He he, ini belum seberapa itu masih umum dan terkesan hanya sepihak (pencitraan, mungkin?) Ini yang lebih menggema lagi: Konon pemikirannya telah banyak melahirkan ide dan gagasan hingga dia membundelnya dalam banyak buku antara lain bertajuk Allah, Liberty and Love. Isi dari buku-buku karangannya tersebut tertulis tentang penghinaan nabi.

Hasil copasan gueh salah satunya: Buku ‘Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini’, mengungkapkan Cerita bernada penghinaan terhadap nabi Muhammad SAW dengan menuduh Rasulullah telah mengedit al-Qur’an dan keraguan terhadap al-Qur’an melalui riwayat lemah dan palsu yang menjadi favorit kaum orientalis untuk menyerang al-Quran dan Nabi Muhammad saw.

"Acara diskusi di kampus Universitas Gajah Mada (UGM) yang menghadirkan tokoh feminisme asal Kanada, Irshad Manji, Rabu siang (9/5), terpaksa dibubarkan pihak rektorat dengan alasan keamanan" - "Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto menegaskan tindakan aparat yang membubarkan acara peluncuran buku Allah, Liberty and Love karya Irshad Manji di Galery Salihara no 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dinyatakan tak menyalahi aturan".

Hah! dasar edan! Ini dia yang paling gueh kecutkan. Mengapa diskusi-diskusi tentang dirinya kacau balau karena dibubarkan??

He he, baiklah gan! Gueh sudahi dulu reportasex gueh tentang  Irshad Manji. Opini gueh akan ini semua adalah pikiran memang harus merdeka oleh karena itu hadapi pikiran Manji dengan jantan! hadapi pikiran-pikiran kontroversialnya dengan pemikiran juga bukan dengan kekerasan.

Lha kalau mau tukar pikiran aja di bubarin, atas dasar apa kita mengetahui buah pikirannya adalah sesat?

0 komentar:

Posting Komentar