Quantcast

Senin, 16 April 2012

Pelet Maut Gadis Pesisiran Indramayu

Ujar lawas ini benar terbukti mumpuni. Menyebutkan bahwa, jangan pernah sekali pun berkunjung ke Desa Cangkingan, jika tak ingin gila karena kecantol pelet cewek-cewek di sana. Saking ampuhnya ajian pemikat itu gueh menjulukinya "Pelet Maut Gadis Pesisiran Indramayu".


Prakata: Menurut wikipedia.org, Indramayu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Indramayu yang merupakan pusat pemerintahan, sedangkan titik keramaian justru berada di kota Jatibarang dan Haurgeulis, hal ini dikarenakan di Jatibarang terdapat pusat Pasar dan memiliki akses yang mudah seperti Jalur Pantura dan Stasiun Kretaapi, hal yang sama juga terjadi untuk Kecamatan Haurgeulis meski tak dilewati secara langsung oleh Jalur Pantura, namun Kecamatan ini dilalui oleh Jalur Kereta Api. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Cirebon di tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang di Selatan, serta Kabupaten Subang di barat.


Inilah fakta-fakta menarik hasil pengalaman pribadi gueh dan team sumber - dengan gadis Indramayu (gue bundel dalam 7 halaman, silahkan di obok-obok)

Adzan Magrib terdengar syahdu menggema dari sebuah surau di depan balai desa Cangkingan di desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu, Jawa Barat. Tetapi kesyahduan suaranya nyaris tertelan oleh kerasnya lagu tarling Dermayonan yang berirama khas pesisiran: "Jare mboke bocah... aja medang ning Cangkingan, bokat di kemat kepelet dadi kedanan..."

Anehnya, tak seorang beringsut untuk mengecilkan volume suara dari player musik murahan itu. Juga Santi (18), gadis bar (warung odong-odong) yang sejak siang mulai beranjak ke peraduan, sibuk melayani tamu-tamunya yang asik menenggak bir. Gadis manis ini terlihat cekatan membawakan botol-botol minuman yang di pesan oleh tamu-tamunya, termasuk saat melayani gueh dan kawan-kawan.

Santi tidak sendiri. Masih ada tiga gadis bar lagi. Mereka menjadi pelayan khusus bar. Tetapi bar yang dimaksud, bukan seperti lazimnya bar. Tidak ada perangkat sound system model muktahir. Tidak ada kilatan lampu warna-warni. Yang disebut bar di sini, sebenarnya tidak lebih dari warung makanan biasa. Warung ini dikeleola oleh seorang ibu muda genit yang dipanggil "Mami".

Sebut saja Mami bohay. Di warung  Mami Bohay, hanya terdapat sebuah player musik sederhana. Kepingan cakram yang diputarpun, bajakan pula. Hehe, persis kayak gueh. (serba bajakan... hihi). Untuk membangun kesan romantis, penerangannya pun sengaja dibikin remang-remang. Hanya terdiri dari dari lampu-lampu 5 watt-an. Tetapi, kesan romantis itu tak pernah didapatkan. Sebaliknya bau asap rokok dan wangi alkohol yang justru dominan. Malah ini menjadi terkesan seram dan angker, karena kadang-kadang gueh mencium bau kemenyan dan bunga melati di pojokan ruang yang remang ini walau hanya sepersekian detik.

Tetapi ketidaknyamanan suasana demikian akan segera punah, dengan hadirnya gadis-gadis bahenol seperti Santi (Santai tapi pasti...) yang siap diajak kencan. Mereka siap melayani tamu-tamunya untuk minum sembari bersenang-senang sampai adzan subuh berkoar. Hehe, tentu saja dengan rajukan-rajukan sikap manja dan kegenitan tingkah laku yang serba diselimuti 'keganjilan'.

Penggalan bait lagu Dermayonan tadi, sebenarnya merupakan peringatan dini bagi siapa saja yang datang ke Cangkingan. Lagu tersebut memang sedang bertutur tentang desa dan kehidupan para gadisnya yang dijalanisetiap malam. Jadi, tidak salah kalau berani mampir dan minum di Cangkingan, maka bakalan kepelet gadis-gadisnya sampai keedanan.

Sobat, memang bukan tanpa alasan jika dikhawatirkan sampai keedanan. Sebab, gadis-gadis bar Cangkingan kebanyakan masih muda belia. Bahkan, tidak sedikit di antara yang masih di bawah usia.

"Aku hanya menemani tamu minum. Kalau sampai harus ML (Making Love), kayaknya ya pikir-pikir dulu deh. Soalnya, kalau gak cocok, gak enak rasanya," aku Santi yang malam itu mengobrol banyak dengan gueh.

-------------
Lambat-laun, Indramayu menjadi buah bibir sebagai daerah pelantun laris para PSK Indonesia (Diklat Prostitusi) lalu apa hubungannya dengan Ajian "Pelet Gadis Indramayu" ? Dan apakah Anda menyakini Pelet adalah sebuah kebudayaan ? Jika ya, lalu bagaimana cerita ini dapat dirangkai? Apakah ada gambar foto asli (Authentic Evidence) adegan ritual Spiritual gadis-gadis ini (yang konon katanya harus mandi bugil)  ? Hmm... Penasaran ingin melihat gadis Indramayu asli bugil di layar komputer Anda ?? 

...to be continued


##- Segera beredar - Foto bugil saya dengan Santi Si Gadis Indramayu

0 komentar:

Posting Komentar