Quantcast

Senin, 16 April 2012

Hubungan Indonesia Malaysia kini kembali tegang. Malaysia benar-benar sadis! Ini sudah keterlaluan! Menurut gueh ini sudah melanggar hukum - menyangkut pelanggran HAM!. Bagaimana tidak!!? Para TKI itu ditembaki, kemudian dipreteli organ tubuhnya...


Setelah sebelumnya beberapa kali ketegangan terjadi akibat Malaysia yang melanggar batas wilayah, kali ini nyawa tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tewas ditembaki petugas polisi Malaysia yang menuai perhatian publik. Tiga TKI yang berasal dari Nusa Tenggara Barat itu tewas mengenaskan setelah pamit untuk memancing di sebuah kolam pemancingan 23 Maret 2012 silam. Namun sejumlah kejanggalan mencuat terkait tewasnya mereka bertiga. Kejadian berdasarkan versi media Malaysia dan laporan polisi pada Kedutaan Besar Republik Indonesia, penembakkan sadis itu bermula dari tiga TKI bernama Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Noon (28) yang dicurigai hendak merampok, namun kepergok polisi. 

Mereka kemudian menyerang polisi dengan parang. (Sungguh tidak masuk akal! Para TKI tsb, tidak mungkin melalukan ini! - menurut keluarga dan masyarakat sekitar perilaku 3 korban ini sangan santun dalam kehidupan sehari-hari - trade record yang sangat baik) Maka, kelima polisi tersebut memberikan serangan senjata api secara brutal. Ketiga TKI itu diduga adalah anggota ‘Geng Gondol’ yang terlibat dalam perampokan 19 rumah di Malaysia, termasuk rumah seorang senator di kawasan Ampang, Kuala Lumpur. Namun tetap saja, perilaku kepolisian Malaysia yang menggunakan senjata api secara brutal untuk melumpuhkan mereka, dinilai tidak manusiawi. “Harusnya kan ada cara lain untuk melumpuhkan para TKI itu. Tidak perlu ditembaki dengan bengis,” kata Kepala BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat dalam Rapat Koordinasi Pelayanan TKI di Perbatasan yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, 24 April 2012. Dalam keterangan kematian setelah diotopsi di Rumah Sakit Port Dickson, Herman yang bekerja sebagai buruh bangunan dinyatakan meninggal akibat luka tembak di bagian kepala.

Sementara Abdul Kadir Jaelani, juga buruh konstruksi disebut tak bernyawa akibat sejumlah luka tembak. Sedangkan Mad Noon yang mengadu nasib sebagai pekerja di perkebunan diberi keterangan kematian, “kesan tembakan berganda“. Namun, pihak keluarga melihat kejanggalan pada jenazah ketiganya. Dikutip dari Kompas.com, “Ada jahitan di dada bagian atas, dekat lengan kanan ke kiri, lurus melintang,” kata Koordinator Divisi Advokasi Migrant Care, Nurharsono. Selain itu, juga ada juga jahitan di dada hingga tengah perut di bawah pusar, yang menyambung jahitan dada atas. Anehnya, bagian mata juga ikut dijahit. Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Tatang Razak mengakui, laporan kejadian tanggal 25 Maret itubaru diterima KBRI pada 2 April 2012 dari pihak kepolisian dan rumah sakit di Negeri Sembilan. Sebelumnya juga pernah terjadi kasus yang sama, dimana pada 1992, seorang TKI yang pulang tinggal nama dengan bekas luka di tubuhnya, lalu dilakukan otopsi ulang. Ternyata pada bagian dalam tubuhnya diisi dengan kantong kresek. Dan kejadian serupa juga terjadi sedikitnya tiga kasus dalam dua tahun terakhir. Pengalaman tersebut yang membuat keluarga TKI malang itu menuntut diadakannya otopsi ulang guna mengetahui keterlibatan Malaysia dengan mafia perdagangan organ manusia. Keinginan keluarga korban tersebut didukung banyak pihak, “BNP2TKI akan memfasilitas keinginan keluarga jika ingin melakukan otopsi ulang terhadap jenazah almarhum, untuk mendapatkan kebenaran ada tidaknya dugaan korban perdagangan tubuh orang,” ujar Jumhur.


Fakta mencatat - banyak orang pintar dengan title sarjana hukum lahir di tanah air tercinta ini. Ini harus diusut tuntas bung! katanya negara besar yang berdaulat? 

**Untuk Hiburan Semata - Jangan Lewatkan yang ini !!

0 komentar:

Posting Komentar