Quantcast

Minggu, 01 April 2012

Lahir tanpa Tempurung Kepala

Kamar tidur sederhana di rumah keluarga miskin Kampung Babelan Pondok, Kabupaten Bekasi, seketika disulap menjadi ruang perawatan yang tidak steril. Dalam kotak kardus ukuran 60 Cm x 60 Cm. Aprilia tertidur lelap. Sebuah lampu 5 watt berfungsi untuk pemanas. Bayi ini lahir tanpa tempurung kepala.


Di samping kardus ada kasur lusuh yang digelar di lantai. Di atas kasur, Ny. Dini Aulia tidur miring. Pandangannya tak lepas dari bayinya yang berada dalam kotak, yang yang biasa digunakan untuk mengantar kue atau makanan itu.

"Dia nggak pernah menangis. Kalaupun menangis hanya bersuara 'ngek' begitu saja,' Kata Dini. Di rumahnya di RT 01/01 Desa Babelan Kota, Gang Al Barkah I Kec. Babelan, Kab, Bekasi. Melihat anaknya,wanita 15 tahun yang hanya sekolah sampai SMP itu tak kuasa menahan tangis. "Saya ingin dia tumbuh sehat dan normal seperti anak lain. Tapi mau bagaimana lagi?' Katanya.

Bayi perempuan dalam kardus itu baru berumur 5 hari. Anak pasangan Dini dan Hartono, 19, lahir pada 28 April sekitar PK. 10:00 dengan bantuan bidan Nur. Begitu lahir ke bumi, kondisi Aprilia terlalu kecil dengan panjang 45 Cm dan berat 1,7 Kg. Tak hanya itu, orok ini juga tak memiliki tempurung kepala. Bagian yang seharusnya keras itu terlihat lembut kemerahan dan hanya ditumbuhi rambut pada bagian bawah belakang kepala.

Aprilia menurut nenek-nya, Sutinah, lahir saat kandungan belum genap 8 bulan. Saat kandungannya masuk 7 bulan, Dini memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Babelan. Ketika itu, tak terlihat ada keanehan hingga wanita kembali periksa ketika kehamilannya mencapai usia 8 bulan.

"Saat itu diperiksa dengan USG dan ketahuan ada kelainan pada bayi dalam kandungan," lanjut ibu mertua Dini. Dokter pun merujuknya ke RS TiaraBunda, sekitar 3 KM dari rumahnya. Dari rumah sakit itu, Dini kembali dirujuk ke RSCM.

"Ia pulang karena RSCM cukup jauh. Jadi perlu rundingan dengan keluarga, "sambung Adin Mulyadi, suami Sutinah.Belum didapat kesepakatan, Dini merasakan perutnya sakit. Bidan pun dipanggil hingga Aprilia lahir. -tcd & pknc-


Aprilia, bayi yang lahir tanpa memiliki tempurung kepala dikabarkan meninggal dunia pada usia ke lima hari di rumahnya.

"Saya sudah pastikan kabar itu setelah menelepon kakeknya dan memang benar Aprilia meninggal dunia pukul 02.45 WIB tadi," kata tetangga Aprilia, Tarsini (50), di Babelan, Kamis.

Menurut dia, Aprilia menghembuskan nafas terakhirnya saat berada di dalam incubator buatan sang ayah yang hanya terbuat dari kardus berukuran 50X50 centimeter dengan penerangan bohlam 5 watt.

Miris gan..... 
Dimana Dinas Kesehatan setempat (Kabupaten Bekasi), saat warganya sedang membutuhkan pertolongan seperti ini ??? Ahh... kita semua tahu, Dinas Kesehatan mempunyai anggaran yang lebih dari pada cukup! untuk memberikan perawatan terhadap rakyat miskin seperti keluarga Hartono.


Halaman Ini Disponsori
Best Web Hosting Web Hosting Reseller

0 komentar:

Posting Komentar