Quantcast

Kamis, 01 Desember 2011


Peta Baru Kekuatan Politik Timur Tengah (Arab) 2012
Secara umum peta konstelasi masih berporos pada dua kutub lama, yaitu kekuatan yang pro-Iran dan Pro-Barat. Namun, perkembangan baru menayangkan pergeseran-pergeseran yang tidak bisa diremehkan.

Tahukah Anda Qatar?
Qatar adalah negara kecil namun kaya raya. Sikapnya yang keras dalam menentang Suriah sangat dilihat oleh mata dunia. Dari luas toritotial, jelas Suriah mempunyai jumlah penduduk dan kawasan yang lebih besar dari Qatar sendiri.


Kerajaan kecil itu mengambil peran terdepan dalam proses penghukuman terhadap Suriah. Qatar telah tampil menjadi “pemimpin” baru Arab yang cukup menggelegar. Sejak awal, kerajaan makmur itu memelopori sikap keras terhadap Suriah dan memobilisasi dukungan terutama dari negara-negara Teluk - untuk menjatuhkan sanksi kepada rezim Bashar al-Assad.

Sedangkan pihak Suriah sendiri menyebut markas besar Liga Arab telah berpindah dari Kairo, Mesir ke Doha, Qatar. Liga Arab dituding tak lebih dari kepanjangan tangan organisasi negara-negara Teluk, GCC (Majlis al-Taawun al-Khalijiy), yang juga dimotori Qatar.

Anda ingat kasus Khadafy-Libya?
Agresivitas Qatar memang terus menguat dalam pergaulan di kawasan ini sejak menjalarnya gerakan protes rakyat di negara-negara Arab. Peran Qatar juga sangat menonjol ketimbang negara Arab lain dalam proses penjatuhan rezim Khadafy di Libya.

Peran Qatar saat ini bukan hanya bukan hanya mirip peran Mesir di bawah pimpinan Hosni Mubarak yang begitu kuat, juga berupaya menampilkan postur baru rezim  Arab, yakni pembela rakyat melawan penindasan penguasa otoriter.

Namun dari ini semua, yang paling saya acungkan jempol adalah sikap kerasnya terhadap Suriah. Saya kagum akan keberanian Qatar, karena seperti diketahui bersama, Suriah berteman dengan Iran, Rusia bahkan China.

By: Agus Yulianto;
Terimakasih

0 komentar:

Posting Komentar