Quantcast

Selasa, 06 Desember 2011

At the end Will Love Hurts


Seindah apa pun itu cinta pada akhirnya akan menyakitkan. Saya jadi teringat seperti yang telah dipaparkan seorang penyair dan penulis cerdas asal Irlandia Oscar Wilde, yang mengutarakan bahwa “ketika seorang telah jatuh cinta, maka dia akan memulainya dengan membohongi dirinya sendiri, dan akan diakhiri dengan membohongi orang lain”.


Yap’ Inilah yang oleh jagad dunia ini dikenal dengan istilah ‘ asmara’. Cinta itu memang buta dan telah terbukti lebih dari satu waktu. Termulai dari zaman awal dan akan terus berlaku sampai zaman penghabisan. Parahnya lagi, dua insan  yang sedang  ‘jatuh cinta’ sering tidak melihat perbedaan mencolok yang jelas bagi orang lain dalam kepribadian mereka. Wow.

Ihii hi hi. Cinta sering membuat orang melakukan hal-hal dan bertindak dengan cara tertentu, yang mengejutkan orang lain serta diri mereka sendiri. Inilah yang membuat hati dan otak menjadi ada jarak bahkan jurang yang terjal, hingga keputusan rasional akan jarang terjadi ketika orang sedang mengalami fenomena  jatuh cinta’ ‘ini. 

Cinta memang aneh, sebagian kalangan pecinta, berikrar akan ‘cinta sejati’. Namun raksasa sastra terkenal seperti William Shakespeare pernah menulis "Kursus cinta sejati tidak pernah berjalan mulus!". Mengapa?

Karena sesungguhnya dalam kehidupan di dunia ini, tidak ada ‘cinta sejati’, yang cenderung mengkonotasikan ‘tidak ada yang dapat memisahkan kita’.

Okheh teman, ini sangat jujur! Dari ini semua saya akan menambahkan, bahwa; "di mana ada cinta disitu ada rasa sakit". Coba kita tonton bagi sebagian orang, akhir cinta berarti akhir dunia. Itulah tanda-tanda orang yang tidak berfikir, di mana orang tidak dapat datang untuk berdamai dengan akhir dari hubungan ‘cinta’ itu.

Apakah kamu tidak sadar, bahwa ada kematian? Yang berati ada perpisahan dan tentunya menyakitkan. Sial memang! Karena ini ‘cinta’, maka walaupun saya telah membuka cakrawala tentang sisi jujur dari ‘cinta’, namun tetap saja saya selalu ‘cinta’.  

Untuk mengakhiri tulisan ini, cerna-lah kutipan dari penulis anonim jenaka berikut; "Mengapa selalu bahwa kita tidak tahu kapan cinta terjadi, dan kita selalu tahu saat itu berakhir?".

Selalu Maya

0 komentar:

Posting Komentar