Quantcast

Jumat, 04 November 2011

Saya adalah Anak Kesayangan Tuhan




By Agus Yulianto. Tulisan ini khusus bagi Anda yang sudah dewasa!. Jangan ragu untuk mencerca Tuhan. Proteslah selalu pada Tuhanmu, Hardik Tuhan mu! Perlihatkan agresi hebatmu pada-Nya. Tanyalah selalu pada Tuhanmu, sebuah pertanyaan yang sekiranya susah didapat jawabannya.

Kepalkanlah tinjumu menghadap langit, seolah engkau benar-benar tidak menerima keadaan ini. Teriaklah!, Semprotkanlah liurmu ke udara, seolah wajah Tuhan ada dihadapanmu.
Marahlah semarah-marahnya!. Tenang kawan itu halal bagimu. Anggap ini adalah proses mengasah suara hati! 

Dari Wikipedia amarah menurut definisi deskriptif adalah sisi emosional dari tindakan untuk merubah bahkan menghancurkan sesuatu. Lebih lanjut, amarah muncul manakala suatu stimulus dianggap menjengkelkan dan akibatnya “menyulut” respons balasan yang sama menjengkelkan, seraya mungkin menyampaikan ancaman yang beringas.

Hadooh, seram sekali pengertian amarah dari Wikipedia. Namun marah yang saya rekomendasikan dalam tulisan ini, adalah marah yang lebih kearah proses mengasah suara hati. Mengenai hal ini silahkan Anda cari tahu sendiri. Karena apa? karena Anda adalah golongan manusia, yang tersirat secara fakta dan umum, bahwa Anda adalah mahluk yang berakal  :)
Marahlah semarah marahnya!. Tenang kawan itu adalah manusiawi. Marahlah pada Tuhanmu. Marahlah sehebat-hebatnya, marahlah secara kolosal! Kirimkan sinyal marahmu pada ruh-mu. Sesaat biarlah ruh mu bekerja.
Menurut saya, ruh merupakan sumber asas-asas ke-ilahian yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia. Asas asas itu bernuansa Ilahi, tetapi tentunya telah diadaptasi demi fitrah manusia itu sendiri.

Ruh merupakan tuhan yang menyelubungi hati dan lokasinya ada diseluruh raga kita semua.
Baiklah, kini kita sampai pada bagian tulisan yang wajib Anda baca, yakni :
Dalam surah Al Araf ayat 200-201, “Seseorang yang tengah diliputi amarah dianggap tengah didatangi setan…”. oleh karena itu agar amarah kita selalu dalam ridho Tuhan, saya menganjurkan untuk Anda Membaca ta’awwudz sebelum dan sesudah memarahi Tuhan!

Setelah itu seperti yang saya tulis diatas, biarlah ruh mu bekerja. Dan setibanya di hati, niscaya hati mu akan mengerti akan ta’awwudz-mu.

Menurut saya hati memiliki kemampuan analisis yang mumpuni. Setelah itu amarah kita akan dibawa ke-dua arah oleh hati, entah arah positif atau kearah negatif. Banyak orang bilang : “Hati yang makin positif akan makin terbuka bagi tuntunan cahaya, sebaliknya, hati yang negatif akan tertutup oleh cahaya”.
Tak usah kecut kawan! Santai saja itu hanya kata orang….. :)

Balik lagi ketulisan saya diawal, Marahlah semarah-marahnya!. Tenang kawan itu halal bagimu. Anggap ini adalah proses mengasah suara hati! Dan bilamana nanti amarah kita akan dibawa oleh hati kearah yang negatif, kembali anggap saja ini adalah proses mengasah suara hati! Yang sedikit memerlukan waktu agak panjang.

Karena Anda sudah membaca ta’awwudz, yakinlah bahwa Anda sudah benar. Betul! itu kuncinya! Yakin!
Dan ingat ! ini rumusnya :
Selama memarahi Tuhan, tetap yakinkan diri Anda bahwa itu Tuhan Anda, maksudnya : Bahwa Anda tidak menduakannya (Musryik, red). Setelah itu, walaupun hati ini membawa kearah yang negatif, kita akan tetap yakin bahwa kita masih dalam koridor beriman.

Contoh buruk representatif hati kearah yang negatif adalah bukan memarahi Tuhan sembari menenggak jack daniels melainkan mengacungkan jari tengah atau mempayah-payahi Tuhan seolah paling payah  :)
Setelah ini semua berlalu, frasa “badai akan berlalu”-pun akan berlaku pada diri Anda. Nanti setelah apa yang Anda marahkan pada Tuhan sudah tidak Anda lakukan, Anda akan mengalami rasa nyaman yang luar biasa. Dan bilamana semua pertanyaan Anda dijawab oleh Tuhan, Anda akan mengucapkan terimakasih kepada Tuhan yang sangat hebat dibanding teman Anda yang tidak pernah memarahi Tuhan.

Anda pernah dengar kata hidayah ? Saya do’akan Semoga Anda mendapatkan hidayah dari semua kemarahan ini. Amiin. Dan setelah itu, Anda akan mengganggap bahwa Anda adalah anak kesayangan Tuhan.

Buat saya, Ini adalah metode untuk dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa, selain ritual do’a.
Ingatlah selalu kawan, semua hidup esensinya adalah ujian. Beratnya ujian bisa jadi merupakan akhir dunianya, atau akhir dari satu ujian sebelum memasuki ujian berikutnya. Orang cerdas bilang “usai kesulitan ada kemudahan”. Saya ujar “Dalam kesulitan, janganlah berdiam diri. Tanyakan dirimu, kamu punya apa?, minimal marahilah penciptamu”.

Anda pasti tahu ciri-ciri cinta? Kurang lebih seperti ini : “ingin selalu bersama-sama”, “merindukanmu, oh aku terkenang-kenang dirimu”, “rela mengorbankan segalanya…” dan lain sebagainya. Dan ada satu sifat yang tidak lepas dari dunia percintaan, yakni amarah. Betulkan ??

Jika kita marah dengan Tuhan, itu tandanya ada cinta diantara kita…… :)

Untuk mengakhiri tulisan ini, simak surat Al Araf ayat 42 berikut :
Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, Pertanyaannya : Jika memang seperti itu, mengapa kita harus marah ???


Tulisan ini belum sempurna, kapan-kapan akan saya lanjutkan. Terimakasih atas perhatiannya.
Agus Yulianto; Bogor, 3 Nov 2011; 11:00 AM
Dedicated To : Seseorang yang ada dalam kandungan perempuan tercinta
-BERSAMBUNG-


0 komentar:

Posting Komentar