Quantcast

Sabtu, 27 Agustus 2011

Jangan Cengeng Neng Menghadapi Kenyataan

Neng… koq kamu cantik sekali? Hiihii, jadi tambah kepingin mendapatkan kamu. Tapi sebentar, ihh apa sik itu neng? Koq ada secarik kertas lusuh diatas Al Qur’an mu? OOalaahh kui kertas dari kelurahan tho. Hihi kertas lusuh dengan tajuk Surat Keterangan Tidak Mampu, itu kau taruh di atas Al Qur’an seolah kertas itu kau anggap lebih tinggi stratanya dari kitab yang jelas lebih tinggi itu.
 
Hii hii kenapa sik neng, jadi pengen tau? “Ahh abang bangke, mauu tauuuu aja..” hihi kata Neng. Lho aku khan kepingin dadi wartawan besar, dadi semua yang kurasakan via kulihat, kuraba dan kuterawang harus dadi pertanyaan, ha ha ha kataku ngakak, penuh ambisi.

“Baiklah, kalo begitu, dadikan ini reportasemu yak bang bangke!”, begini jawabanku. Aku menaruh kertas Surat Keterangan Tidak Mampu itu diatas Al Qur’an bukan tidak lain hanya sekedar aku tidak tahu harus menempatkannya dimana. “Neng tak punya almari, laci atau berangkas khusus untuk menempatkan semua benda benda kertas itu.” Cerocos neng, lalu kembali dia memncerocos, “Saat itu neng habis pulang dari pasar, membeli sawi hijau, tauge sama ikan asin. Sebel banget deh neng, masak ikan asin sekarang harganya naik!! Sebel, sebel, sebelll….. lalu sepulang dari pasar, neng mampirkan diri ini, untuk ke kelurahan meminta Surat Keterangan Tidak Mampu itu. Sepulangnya, yak udah yak neng taruh aja di atas Alqur’an!”

Wahh penjelasannya panjang sekali neng, dan sedikit aneh kataku! “Lho kenapa aneh, apa yang aneh dimana letak anehnya??” Kata neng semprawut!

Lanjut kata Neng, “ Achh bang banke aja tuh yang aneh!, masak beginian aja didadikan pertanyaan!!! ini tidak ada yang special atau unik dari semuanya! Ini biasa, ini sangat biasa!!! “ kata Neng.

Kembali Neng memncrocos, “Bang bangke tuh…, banyak woco istiqfar bang…, abang tuh yang aneh, wartawan opo sik abang ini? Masak semuanya di sambung-sambungin! Hii hiii kata neng, berlalu kedapur sambil menggaruk selangkangannya.

Hadehh gitu yak neng, kataku sambil ikutan menggaruk selangkangan….
Dari dapur Neng menyodorkan kopi hitam kental kesukaanku. Kembali dia memncrocos.
“Bangke… sejujurnya aku memang menilai, kalau Surat Keterangan Tidak Mampu itu bagiku memang lebih sakti dibandingkan Al Qur’an!”

Lanjut kata Neng, “Surat Keterangan Tidak Mampu itu dapat memberikan aku jodoh, dapat menyekolahkan anak-anakku, dapat meyembuhkan sakit panas suamiku…. eee….. “

Lalu tiba-tiba, Neng jatuh kepelukannku dan menangis sejadi jadinya….

Sruputttttttt srepp sreppppp sreppp….. ku tenggak habis kopi hitam yang telah aku sebar di tatakan kecil gelas itu.

Jangan Cengeng Neng Menghadapi Kenyataan, kataku.

Oleh : Agus Yulianto,
Dedicated untuk kamu neng...
 

0 komentar:

Posting Komentar