Quantcast

Senin, 11 Juli 2011



Ini opiniku, mana opinimu? Pada kesempatan kali ini kembali saya berikan sesuatu untuk media Online Sharing. Connecting ini. Tentunya, tidak lain dan tidak bukan meng-share yang ada di isi kepala saya.
Kita semua telah masuk dalam ranah maya. Dimana semuanya serba bebas tampa kendali. Yak, seharusnya memang seperti itu. Bebas tampa kendali. Mengapa harus bebas? Karena zamannya memang sudah liberal, kurang lebih sebagai pengamalan Reformasi yang telah dicita-citakan bersama ini.

Ada TOS!, yak semua juga tau. Bukankah kita semua mahluk berakal, sehingga tentunya kita semua paham norma yang berlaku. Kompasiana bukanlah Goggle bukan juga yahoo, Kompasiana baru berdiri tahun 2008 yang lalu. Berarti: Kompasiana masih seumur jagung, dan tentunya masih butuh Traffick.

Oleh karena itu, tolonglah Kompasiana dengan opini hebatmu. Tulislah yang seindah mungkin (Dibaca: Seaneh mungkin). Dobrak norma yang berlaku, hantam tata kromo! Namun tetap pakailah akal sehatmu!. Ingat : Tulisan yang hebat akan mencari jalannya sendiri

Hmm, lalu bagaimana dengan tulisan Reportase?

Kompasiana adalah media social, yang katanya Informatif, Interaktif dan komunikatif. Dan tujuan hebatnya adalah mengtrend-kan Jurnalisme Warga. Maka dari itu, tidak ada yang salah dalam hal ini. Kembali ketulisan awal saya, bebas! Yak, Anda bebas memilih Opini atau Reportase. 

Namun, saya punya opini sendiri tentang ini.  Begini Opiniku : Jika Anda adalah rakyat jelata yang tidak ada hubungannya dengan Jurnalis, Kompas dan Admin Kompasiana. Janganlah terlalu berharap Reportase Anda akan terkenang di media ini. Karena ini Kompasiana, maka saingan utama Anda adalah Kompas.com. Maksudnya adalah : Reportase Anda akan di kenang jika, reportase-nya merupakan sesuatu hal yang benar-benar aktual nan hebat secara nasiaonal atau internasional, itupun jika reportase Anda tidak kalah cepat dengan para jurnalis Kompas. 

Wahh, Berarti : Anda kurang berungtung! He he, tenang saja kawan, keberuntungan Anda akan tiba jika reportase aktual nan hebat itu terjadi disekitar lingkungan terdekat Anda.

Lha, lalu bagaimana dengan fakta yang sering terjadi di Kompasiana? Reportase copas, lalu HL? Jawabannya adalah : Lihatlah siapa penulis yang menulis berita hasil copas-an itu. Jika namanya terselubungcelanadalam, berarti dialah penulisnya bukan Anda.

Lalu bagaimana pula jika masih ngotot, menulis Reportase, walau Hoax! sing penting ngetop! ??
Hi hi, kalau yang ini aku kagum akan semangatnya, sing penting ngetop! Yeshh, Likeit! Menghalalkan segala cara untuk menjadi yang no1. Namun perlu diingat juga, kini Kompasiana sudah agak (mulai) sakti. Sewaktu-waktu jika waktunya pas, Kompasiana akan mempunyai team Investigasi dadakan (walau tak-teroganisir) yang tak kalah hebat dengan agen rahasia 007. Hehe Awas Terjungkal!!!

Okehlah kalau begitu. Sekiranya seperti itulah opiniku, bahwa Tulisan Opini Lebih Hebat daripada Tulisan Reportase. Dan perlu diketahui bersama, penulis opini akan menjadi raja pada tulisannya.
Teruslah menulis kawan, tak usah gentar untuk menulis opinimu.

=============================

Dedicate To: Kompasiana
*TOS : Terms of Service
*Liberal: Yang tidak Liberal tidak okeh!
*Tata Kromo hanya membuat seseorang kerdil

~terimakasih~

0 komentar:

Posting Komentar