Quantcast

Jumat, 25 Maret 2011

Al Fatih Sang Penakluk


Takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar!" terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. Konstantinopel adalah salah satu bandar terkenal di dunia. Semenjak kota ini didirikan oleh maharaja Bizantium yakni Constantine I, ia sudah menyita perhatian masyarakat dunia saat itu; selain karena faktor wilayahnya yang luas, besar bangunannya, kemegahan dan keindahan arsitekturnya, Konstantinopel juga memiliki kedudukan yang strategis.
Dibalik kemegahan Kota ini, Konstantinopel juga dikenal memiliki pertahanan militer yang terkenal kuat. Benteng raksasa yang berdiri kokoh, disertai para prajurit yang siap dengan berbagai macam senjatanya, selalu siap menyambut setiap pasukan yang hendak menyerang benteng ini. Tidak ketinggalan, galian parit yang besar membentang mengitari benteng ini, semakin menambah kesan bahwa kota ini mustahil ditaklukkan.

Negeri ini berdiri selama lebih dari ribuan tahun. Selama keberadaannya Konstantinopel merupakan kekuatan ekonomi, budaya, dan militer yang kuat di Eropa. Konstantinopel merupakan kebesaran dan keagungan Kekaisaran Romawi Timur. Sungguh tak masuk akal untuk menghancurkan Benteng Konstantinopel yang terkenal kuat dan tangguh itu.
Namun Tuhan berkehendak lain, Konstantinopel yang perkasa telah takluk ditangan Sang Penakluk.
Dan hebatnya ini telah di disabdakan Oleh Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, delapan Abab (800 Tahun;) sebelum kejadian itu terjadi. 

“Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Rajanya adalah sebaik-baik raja dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara”

Sang Penakluk itu dilahirkan pada tanggal 26 Rajab tahun 833 H, bertepatan dengan tanggal 20 April 1429 M. Beliau menghabiskan masa kecilnya di kota Adrenah. Ayah beliau (Sultan Murad II), betul-betul mendidik beliau agar menjadi seorang pemimpin kuat lagi saleh. Sang Penakluk; merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.

Dia sangat mahir mengendarai kuda dan pandai memainkan senjata. Selalu cerdas dalam mempelajari ilmu perang, strategi pertempuran, teknik mengepung kota dan beberapa wawasan kemiliteran lainnya. Sang Penakluk Konstantinopel ini dikenal sebagai sosok yang pemberani, adil dalam memutuskan perkara, dalam pengetahuan agama dan sastranya, zuhud lagi wara’ terhadap dunia, serta memiliki pandangan ke depan yang tajam.
Dia juga sangat rajin beribadah. Ia tidak pernah meninggalkan salat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya. Hmm..Maha Suci Allah yang telah menciptakan Mahluk seperti dia.
Kembali aku memohon kepada Tuhan Yang Kuasa, kelak jika aku diberi amanat untuk menjadi seorang Sultan, aku akan berganti nama sesuai dengan nama-nya.

Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk, Raja yang sebaik-baiknya Raja.

Oleh: Agus Yulianto, Ramadhan 1432H

0 komentar:

Posting Komentar